Tiga Puisi Mimi Cerly Okce di Detakpekanbaru.com edisi Ahad 20 September 2015

Mimi Cerly Okce
Terasing

Menyepi di sudut malam-malam sunyi
Melihat anak berlalu-lalang
Aku semakin menjadi-jadi; sedih yang berkepanjangan
Puisi yang aku baca mulai ambigu
Dihadapan para pemula yang berakal senja

Terbuang aku ditengah ramai
Kini aku terasing mencari ruang mimpi
Untuk menata kata-kata suci
Dan bernyanyi menggelitari luas bumi
Terasing aku tanpa ilusi
Kini tercipta untuk menanti sepucuk diri Dari keterasingan aku mencari Illahi

RIAU, 2015


Segenggam Tabah

Ruang resah yang runtuh
Serupa lukakitaku lukakitamu

Apa kautahu apa kautahu
Siapa dapat membalut luluh
Ada padaku ada padamu
Siapa dapat turunkan sauh

Lembah hatiku lembah hatimu
Siapa dapat membalut lusuh

RIAU, 2015


Sabda Bumi

Langit tampak mendung merenung bumi
Seberkas haru larut terbalut kalut dan takut
Terpaku ratap menatap jiwa-jiwa penuh rindu
Hangatkan dahaga raga yang sendu merayu

Bulan tak ingin membawa tertawa manja
Kala waktu enggan berkawan pada hari
Saat bintang bersembunyi sunyi sendiri
Terhapus awan gelap melahap habis langit

Bulan memudar cantik menarik pada jiwa ini
Hitam memang menang menyerang terang
Tetapi mekar fajar bersama mentari akan menari
Bersama untaian senandung salam alam pagi
Matahari tak kalah terang menampik sinar rembulan malam
Sudut bumi nan gelap kalam tetap tanyakan sinar
Walau sengatan menikam tajam
Tetap bumi rindukan cahaya-Nya lalui matahari

Alam semesta bertasbih riuh iringi jejak
Tertumpah sudah kemelut darat yang bergejolak
Mengepul asap hitam dari pusaran lahan hutan
Tetap lantunkan asma Allah diantara kobaran api

Lumpur panas lahir dari rahim pegunungan
Lahar memerah padam membuncah membinasa raga
Percikkan mata api membius luka diri
Sabda bumi untukmu para leluhur jagat raya

RIAU, 2015


Mimi Cerly Okce, kelahiran Cerenti, 1 Oktober 1991. Telah menamatkan Strata 1 Jurusan Sosiologi di Universitas Andalas, Padang – Sumatera Barat. Kegemaran tulis baca membuat ia bersemangat memupuk impian menjadi seorang Penulis, beberapa opinya telah dimuat di Media Umum Suara Jurnalis Padang dan Majalah Mahabbah. Puisinya juga pernah dimuat di Xpresi Riau Pos. Untuk memperdalam pengetahuan tentang sastra ia sekarang bergabung dengan COMPETER (Comunity Pena Terbang) dan berkegiatan di Redaksi Majalah Mahabbah.

1 Response to "Tiga Puisi Mimi Cerly Okce di Detakpekanbaru.com edisi Ahad 20 September 2015"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel