Loading...

Mengintip Moleknya Desa Wisata Okura

BERBICARA pariwisata memang tidak akan pernah habis. Di Indonesia, dari Sabang Sampai Merauke tidak bisa dihitung lagi entah berapa banyak destinasi wisata yang ada. Ada yang sudah dikenal hingga ke luar negeri, tak sedikit pula yang masih belum terjamah turis, bahkan masih belum dikelola dengan maksimal. BACA: Wisata Alam Pekanbaru dan Pujian si Cantik Marischka

Pada postingan ini, saya akan membahas sedikit tempat wisata yang ada di Kota Pekanbaru yang belum dikelola maksimal, namun berpotensi mengundang pendapatan bagi daerah dan juga masyarakatnya.

Seperti wisata desa Okura. Pemerintah setempat sebenarnya sudah bergerak untuk mengembangkan wisata ini. Hanya saja sampai kini masih kurang maksimal. Lokasinya bisa ditempuh dengan dua jalur, darat dan sungai. Saya sendiri sudah mencoba menyusuri aliran sungai Siak untuk sampai ke desa ini.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Adhek Febby Rivano (@febby_rivano) pada
Untuk jalur darat, hanya sekitar 45 menit dari pusat kota menuju Kecamatan Rumbai Pesisir, tempat desa ini berada. Jika ingin pilih jalur darat, lebih kurang hanya 60 menit dengan menggunakan fasilitas bus air Senapelan yang sempat mangkrak di pelabuhan Sei Duku Kota Pekanbaru.

Rute bus Air ini melayani dari pelabuhan Sungai Duku menuju ke rumah singgah Tuan Kadi, selanjutnya wisatawan akan diajak ke desa wisata Okura. Namanya desa wisata, di sini terdapat beberapa wahana seperti wisata berkuda dan memanah. Menarik bukan?


Tarif bus air cukup murah. Sekali perjalanan hanya Rp15ribu. Untuk jadwal, Bus Air ini beroperasi dua kali seminggu, yakni Sabtu dan Minggu. Keberangkatan dimulai pukul 09.00 wib dan 14.00 wib.

Dari namanya, Okura, seolah desa ini ada di negeri Sakura, Jepang. Itulah salah satu keunikan desa ini. Desa ini juga pernah menjadi tempat berkumpulnya ratusan tokoh budaya ASEAN  yang tergabung dalam Dunia Melayu Dunia (DMDI) pada Oktober 2014 lalu.

Desa Okura sendiri sudah ditetapkan sebagai desa wisata sejak tahun 2010. Penduduk asli yang menghuni desa ini adalah suku Melayu Riau dan masih bertahan sampai sekarang.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Adhek Febby Rivano (@febby_rivano) pada
Jika menggunakan bus air Senapelan, wisatawan akan melihat pelabuhan kayu. Tidak jauh dari pelabuhan, pohon karet dan jalan selebar satu meter membentang sepanjang 2 kilometer. Tidak hanya pohon karet, suasana desa Okura sendiri masih terjaga keasriannya lantaran masih rimbun.

Wisata yang ditawarkan tempat ini pun cukup menarik, ada wisata berkuda. Wisata ini berada di kawasan Okura Stable. Pihak pengelola telah membuat paket-paket khusus di sini. Pengunjung bisa naik kuda dengan dibimbing oleh ahlinya. Tidak itu saja, kita juga bisa bersampan, bersepeda, memanah hingga menikmati wisata budaya.**




Add Your Comments

Disqus Comments