Ada Kotoran Manusia Seharga Rp3,2 Miliar, Ada yang Berminat?

Piero Manzoni. (Foto: Dok. Wikimedia Commons)
ZAMAN semakin gila. Bayangkan, jika anda memiliki uang sebesar Rp3,2 miliar.  Barangkali banyak hal yang akan anda lakukan. Tapi, bagaimana jika ada seseorang menghamburkan uang sebesar itu hanya untuk membeli sekaleng kotoran alias tahi manusia.

Berawal dari ide 'gila' Piero Manzoni. Seniman Italia yang memang dikenal sebagai pionir sekaligus seniman kreatif yang mengklaim menjual tahi miliknya ke dalam sebuaha kaleng.

Kotoran Piero Manzoni itu mulai dijual tahun 1961 dalam sebuah kaleng metal berisi 30 gram kotoran. Manzoni mungkin tidak pernah menduga, ide jualan tahi dalam kaleng tersebut bisa jadi sangat fenomenal bahkan terjual dengan harga tidak masuk akal.

Dilansir odditycentral.com, pada 2007 sebuah galeri seni di London membeli 1 dari 90 kaleng tahi Manzoni senilai 30.000 dolar AS atau sekitar Rp 397.110.000 saat itu. Meski terdengar konyol namun bak harga properti, kaleng-kaleng tahi Manzoni dijual semakin mahal.

Pada tahun yang sama, satu kaleng kotoran Manzoni kembali terjual di Milan, Italia. Harganya mencapai 108,000 dolar AS atau sekitar Rp 1,4 miliar. Peningkatan harga per kaleng kotoran Manzoni ini semakin tidak masuk akal. Kabarnya tahun lalu ada yang membeli kaleng nomor 54 seharga 242.000 dolar AS atau setara dengan Rp 3,2 miliar. Harga yang fantastis untuk sekaleng kotoran yang disimpan sejak 1961.

Manzoni sendiri merupakan seorang seniman aristrokat asal Italia yang punya spesifikasi melukis dengan metode konvesional. Namun gaya lukisannya ini berubah pada 1957 saat ini berkujung ke sebuah pameran Yves Klein di Galleria Apollinaire, Milan, Italia.


Pada tahun 1958, Manzoni menggelar pameran bertema avant-garde pertamanya. Ia juga terus melanjutkan gaya seni yang tidak biasa termasuk seni rupa dari telur rebus yang ia beri tanda sidik jari miliknya, serangkaian balon yang ia beri nama 'Artist's Breath' alias nafas seniman, dan karya paling fenomenalnya  “Merda d’Artista” alias kotoran seniman.

Manzoni memanfaatkan pabrik sang Ayah dan memproduksi 90 kaleng kotoran, lengkap dengan tanda tangan, dan label “Artist’s Shit, Freshly Preserved, Produced and Tinned in May 1961”.

Setiap kaleng berisi 30 gram tahi yang dijual setara dengan harga emas pada saat itu. Banyak penikmat seni merasa penasaran dengan isi dari kaleng-kaleng tersebut. Apa benar berisi kotoran? Namun tidak ada satu orang pun yang berani membuka kaleng tersebut.

Namun menurut Agostino Bonalumi, pria yang bekerja dengan Manzoni, dirinya mengklaim kaleng itu bukan berisi kotoran tapi plester, campuran semen, pasir, kapur, dan air yang dipakai untuk melekatkan batu bata atau menghaluskan dinding batu.

"Aku bisa memastikan semua orang bahwa kaleng itu hanya berisi plaster. Jika ada yang ingin membuktikannya, ya silahkan saja," ujar Bonalumi, seperti dikutip dari odditycentral.com.

Tentu pernyataan ini membuat dilema bagi banyak pecinta seni. Mereka sangat penasaran namun juga enggan membuka kaleng tersebut. Menurut mereka, misteri dibalik kaleng itulah yang menjadikan seni Manzoni begitu bernilai.

Sayangnya popularitas karya seni Manzoni tidak bisa dinikmati oleh sang seniman. Ia meninggal dunia pada 1963 di usia 29 tahun.

Bagaimana, ada yang ingin berinvestasi pada sekaleng tahi?

Sumber: Kumparan.com




Add Your Comments

Disqus Comments