Loading...

Fakta Mengejutkan Kebakaran Plaza Sukaramai (Ramayana) Pekanbaru

Seminggu sudah tragedi kebakaran hebat yang terjadi di plaza Sukaramai atau yang biasa disebut Ramayana. Sebanyak 1.800 kios hangus dilahap si jago merah. Lebih dari 24 jam tim pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan api yang berasal dari lantai basemen.

Banyak rumor beredar saat salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota Pekanbaru, provinsi Riau itu terbakar hebat. Pemberitaan bermunculan, bahwa ada 17 korban meninggal. Namun sampai kini belum ada kepastian. Bukti yang mengarah adanya korban jiwa pun, sampai kini belum terungkap.

"Tidak ada korban meninggal," kata Wakil Kepala Polisi Resor Kota Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono, kala itu. Bantahan yang dilontarkan itu cukup masuk akal. Logikanya, jika ada korban jiwa, sudah bisa dipastikan sanak keluarga korban berbondong-bondong mendatangi lokasi kebakaran saat itu. Paling tidak, ada masyarakat yang melapor kehilangan anggota keluarga.

Beberapa pedagang 'mencium' ketidakberesan dalam kasus ini. Salah satu pedagang plaza Sukaramai, Budi Marta menuturkan pemberitaan selama ini yang menyebut tidak ada korban jiwa adalah pembohongan. Dia menyebut, pada hari biasa saja, basemen yang berada di gedung tiga lantai itu cukup membingungkan para pengunjung mencari jalan keluar.

Apalagi kepanikan saat itu, akan menyulitkan para pengunjung mencari akses keluar menyelamatkan diri. Bahkan dia sangat yakin, pada saat kejadian ada mayat di pintu masuk basemen. "Korban belum diekspos, bohong kalau tidak ada korban. Ada mayat 1 di depan pintu gerbang saat itu. Pasti ada korban," kata Marta saat mendatangi gedung DPRD bersama ratusan pedagang lain untuk mempertanyakan nasib mereka.

Keyakinan dan alasan Marta bahwa ada korban jiwa, juga tidak bisa disalahkan. Pernyataan kepolisian dan para pedagang ini sangat bertentangan. Benarkah ada korban jiwa? Atau mungkin mayat yang dilihat hanyalah sebuah manekin (boneka peraga), karena memang mayoritas di lantai basemen merupakan pedagang kain. Biar waktu yang menjawab.**


Add Your Comments

Disqus Comments